Studio, 4th semester……
- Lawyer house
Welcome to my first blog.,,,




| Reactions: |
Calatrava's...






Pada tanggal 27 Februari 2009, saya mendapat tugas untuk mem-posting-kan bahan kuliah pada hari itu. Bahan kuliah itu bersumber pada buku Spacecraft: Development in Architectural Programming, bab 1.
Dalam bab 1 dijelaskan tentang Strategi Perhitungan Struktur secara arsitektural. Dari judulnya saja sudah dapat ditarik kesimpulan bahwa bab ini membahas tentang perhitungan struktur dengan menggunakan alat Bantu, dalam hal ini mesin (computational).
Secara garis besar, isi buku ini adalah sebagai berikut:
Arsitektur dapat termasuk ke dalam struktur, karena arsitektur sendiri menyiratkan struktur, tetapi tidak sebaliknya, struktur belum tentu arsitektur. Menurut saya ini seperti jurusan Teknik arsitektur yang turut mempelajari tentang struktur, tetapi teknik sipil tidak ikut mempelajari tentang estetika di arsitektur.
Setelah ditemukannya perhitungan (komputasi), muncullah bentuk-bentuk dalam dunia arsitektur yang kompleks. Bentuk-bentuk itu berasal dari komposisi bagian-bagian (beberapa bentuk) dan manipulasi spasial, sehingga dapat menyiratkan arti arsitektur sebenar-benarnya. Jadi, jika arsitektur merupakan manipulasi spasial dan komposisi begian-bagian, bagaimana cara perhitungan komputasi mambuat gabungan bentuk, struktur, serta proses dan perilaku material?
Untuk memjawab pertanyaan ini, seabiknya kita langsung berada pada studi kasus. Studi Kasus yang akan kita ambil adalah Bishopgate Tower. Bangunan yang memiliki luas 100.000 m2 ini, menggunakan Bentley’s Generative Components parametric modelling software dan dilaksanakan dengan bahasa pemrograman C+. Fokus desain utama dari tower ini adalah untuk memproduksi geometri yang mudah untuk dibuat di pabrik dan dapat dikomunikasikan dengan lingkungan sekitar.
Software yang digunakan adalah software yang berasala dari ANSY. Dengan menggunakan software ini, engineer dapat menghitung tekanan angin yang biasanya sangat berpengaruh pada bangunan tinggi, seperti Bishopgate Tower.
Komputasi dimaksudkan untuk menghitung optimalisasi penggunaan bahan dengan mengunakan suatu kurva, jadi, dengan kata lain, jika suatu garis kurva terlihat semakin meninggi, maka optiumalisasi bahan yang digunakan akan semakin baik. Selain dengan mengunakan kurva, juga terdapat analisis angin yang menyatakan perhitungan distribusi tekanan pada fasad bangunan
Pendapat saya setelah memahami garis besar dari bahasan yang ada pada bab ini adalah , saya setuju dengan pernyataan yang menyatakan bahwa arsitektur termasuk ke dalam struktur, tetapi struktur sendiri tidak dapat dikatakan sebagai arsitektur. Perhitungan juga ternyata dapat membantu arsitek dalam merancang suatu bangunan dengan bahasa-bahasa pemrograman yang ketika belajar di Jurusan Arsitektur sendiri tidak diajarkan. Bahkan, perhitungan-perhitungan itu juga pada kenyataanya dapat membantu arsitek menganalisis bangunan yang mereka buat, sehingga energi yng dibutuhkan bangunan dapat seefisien mungkin. Dengan kata lain, walaupun mahasiswa arsitek belajar hanya pada bahsan arsitektural, akan sangat penting untuk mempelajari dunia IT dalam menghadapi globalisasi sekarang ini.
sumber:
Spacecraft: Development in Architecture
www.ansys.com/industries/

ARSITEKTUR DAN DUNIA DIGITAL
Di dunia Arsitektur yang memiliki mobilitas tinggi sangat memerlukan suatu alat untuk memperlancar kerja para arsitek. Pada masa sekarang ini telah populer berbagai macam program komputer seperti Auto Cad, Archi Cad, Sketch Up, dan masih banyak lagi yang dipergunakan para arsitek untuk membantu mereka dalam mendesain. Teknologi-teknologi yang berkembang itu tidak dapat dipungkiri lagi memiliki banyak pro dan kontra di kalangan para arsitek sendiri. Tidak hanya arsitek, dosen yang mengajar pada jurusan arsitektur juga memiliki pandangan yang berbeda mengenai dunia digital tersebet. Misalnya saja ketika dalam pemberian tugas, beberapa dosen menghendaki mahasiswa untuk membuat desainnya dengan menggunakan program komputer, sedangkan yang lain menginginkan coretan tangan mahasiswa itu sendiri (free hand). Dengan kata lain, sekarang ini salah satu hal yang perlu dipertanyakan dalam dunia arsitektur dan dunia digital adalah:
”Mengapa dunia digital melanda dunia arsitektur?”
Kemudian berlanjut pada pertanyaan berikutnya,
” Bagaimana seharusnya para arsitek atau calon arsitek menyikapinya?’”
Semakin berkembangnya zaman, semakin banyak pula kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi manusia. Semakin berkembangnya pemikiran manusia, semakin berkembang pula teknologi yang mereka diciptakan.. Perkembangan zaman menuntut perkembangan teknologi. Dengan adanya teknologi, kebutuhan manusia semakin maksimal dapat terpenuhi. Dengan kata lain, tingkat kepuasan manusia semakin dapat terpenuhi (walaupun pada kenyataanya manusia tidak akan pernah puas sebelum mendapatkan semua yang mereka
inginkan).
Begitu juga dalam lingkup dunia arsitektur, dahulu para mahasiswa arsitektur menggambar hanya dengan menggunakan alat tulis. Pembuatan gambar kerja pun dengan menggunakan kertas kalkir berukuran besar, dan cara memperbanyak gambar kerja mereka dengan menggunakan kertas karbon yang disatukan dengan kertas lain, sehingga setiap garis yang mereka goreskan dalam kertas yang diletakkan paling atas akan turut terbentuk pada kertas di bawahnya.
Karena penggunaan pembuatan gambar dalam dunia arsitektur membutuhkan waktu yang lama, maka pada akhirnya sekitar tahun 1982 (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/AutoCAD) diciptakan suatu program Auto Cad untuk mempermudah kerja para arsitek maupun mahasiswa arsitektur. Dengan adanya program komputer tersebut, maka pembuatan gambar kerja semakin mudah. Ditambah lagi kemungkinan kesalahan yang dapat dibuat oleh manusia semakin kecil (human error). Bahkan dengan adanya suatu program komputer itu, pencarian ide-ide awal dalam membuat desain semakin mudah. Karena arsitek-arsitek dapat membuat berbagai macam kombinasi bentuk dalam waktu singkat. Misalnya saja dari bentuk sederhana seperti bujur sangkar , lingkaran dan segitiga, jika dengan menggunakan komputer, maka akan terbentuk kombinasi-kombinasi bentuk yang beragam.
Namun demikian walaupun proses menggambar sudah semakin mudah dengan keberadaan program komputer seperti Auto Cad, tetapi tentunya arsitek tidak boleh hanya mengandalkan mesin (komputer). Hal ini disebabkan, mesin hanyalah sebuah mesin, sedangkan otak dibalik semuanya tetaplah manusia itu sendiri. Manusia yang telah menciptakan teknologi. Sehingga, arsitek (manusia) tidak boleh kalah dengan mesin buatan manusia sendiri. Dengan kata lain, kemampuan menggambar dengan menggunakan mesin harus diimbangi dengan kemampuan gambar. Walaupun kecepatan menggambar manusia (arsitek) lebih tertinggal dibandingkan dengan mesin.
”Arsitek membuat ide-ide desain, sedangkan mesin komputer sebagai pembantu arsitek untuk memvisualisasikan ide yang ada di otak sang arsitek”
sumber gambar:
http://img156.imageshack.us/img156/6812/dancingtowers5bz.jpg
http://archnewsnow.com/features/images/Feature0184_03.jpg
http://archnewsnow.com/features/images/Feature0184_02x.jpg